Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberi kita kesempatan hidup, agar kita memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, panutan terbaik sepanjang zaman.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Kita sering sibuk mengejar dunia: harta, jabatan, dan pujian manusia. Tapi kadang kita lupa, hidup ini hanya sementara. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat tinggal. Kita semua sedang berjalan menuju akhirat — tempat yang kekal, tempat di mana setiap amal akan diperhitungkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 64 :
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Artinya : “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh kehidupan yang sebenarnya, kalau saja mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa dunia penuh tipu daya, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang abadi . Maka, janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang sementara, tapi siapkanlah bekal untuk kehidupan yang kekal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمنْكِبَيَّ فَقَالَ: (كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ) وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ. وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لمَوْتِكَ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Artinya : Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku seraya bersabda: ”Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau pengembara”. Maka Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menyatakan: “Jika engkau berada di sore hari janganlah engkau menunggu datangnya esok hari. Jika engkau berada di pagi hari, janganlah engkau menunggu datangnya sore hari. Pergunakanlah masa sehatmu untuk menghadapi masa sakitmu, dan masa hidupmu untuk menghadapi masa kematianmu.” (HR. Al Bukhari).
Artinya, kita hidup di dunia ini hanya sebentar, seperti orang yang berhenti di persinggahan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju akhirat.
Saudaraku, mari kita gunakan waktu hidup ini untuk berbuat baik, memperbanyak amal, dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena nanti, hanya amal saleh yang akan menemani kita di kubur — bukan harta, bukan pangkat, bukan popularitas.
Semoga Allah memberi kita hati yang sadar, langkah yang istiqamah, dan akhir kehidupan yang husnul khatimah. ( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh