KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH QOBLIYAH ASHAR

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


 

Keutamaan Shalat Sunnah Qobliyah Ashar

Menjemput Rahmat Allah di Waktu Menjelang Senja

Waktu Ashar adalah salah satu fase indah dalam perjalanan harian seorang mukmin. Ia datang di penghujung siang, ketika matahari mulai condong ke barat dan kehidupan manusia perlahan menapaki senja. Pada saat inilah, Rasulullah ﷺ memberikan sebuah wasiat penuh makna — untuk tidak melewatkan empat rakaat shalat sebelum Ashar, sebuah ibadah ringan yang sarat rahmat dan keutamaan.

 

Dalil dan Sabda Nabi ﷺ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā, beliau berkata:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati seseorang yang melaksanakan shalat empat rakaat sebelum Ashar.”

(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi. Dinyatakan hasan oleh Tirmidzi dan sahih oleh Ibnu Khuzaimah.)

Doa Rasulullah ﷺ ini bukan sekadar kalimat pujian. Ia adalah doa kasih sayang yang menandakan betapa besar nilai ibadah ini di sisi Allah. Tatkala Rasulullah ﷺ mendoakan rahmat bagi pelakunya, berarti shalat tersebut mengandung kebaikan yang mendalam — baik untuk hati, jiwa, maupun amal.

Makna Spiritual di Balik Qobliyah Ashar

Shalat empat rakaat sebelum Ashar adalah momentum untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk dunia. Ia menjadi ruang hening antara kesibukan siang dan pergantian menuju sore. Dalam rukuk dan sujudnya, seorang hamba beristirahat bukan dengan tidur, tetapi dengan bersujud kepada Sang Pencipta.

Di waktu inilah, ketika tubuh mulai lelah dan pikiran jenuh, Allah ﷻ membuka pintu rahmat-Nya. Barangsiapa yang meluangkan waktu untuk menegakkan shalat di saat manusia lalai, maka ia akan merasakan kedekatan yang istimewa dengan Tuhannya.

Sebagaimana firman Allah ﷻ:

> “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hūd: 114)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa waktu-waktu shalat sunnah di sekitar siang — termasuk Qobliyah Ashar — merupakan waktu yang diberkahi untuk menghapus kesalahan dan memperkuat hubungan ruhani dengan Allah.

Rahmat bagi yang Menjaga Qobliyah Ashar

Shalat ini disebutkan secara khusus dalam doa Nabi ﷺ: “Semoga Allah merahmati seseorang yang melaksanakan shalat empat rakaat sebelum Ashar.”

Ungkapan “semoga Allah merahmati” menjadi tanda cinta yang luar biasa. Dalam bahasa Arab, doa ini menunjukkan makna raja’ — harapan agar seseorang dipenuhi rahmat, perlindungan, dan ampunan Allah.

Dengan melaksanakan empat rakaat sebelum Ashar, seorang hamba sedang menjemput rahmat itu. Ia bukan hanya menjalankan sunnah, tetapi juga membuka hatinya untuk disentuh kelembutan kasih sayang Ilahi.

Faedah dan Keutamaan

Beberapa hikmah agung dari shalat sunnah Qobliyah Ashar antara lain:
Mendapatkan Rahmat Allah ﷻ
Karena doa Rasulullah ﷺ sendiri merupakan bentuk pengharapan agar pelakunya dicurahi kasih sayang dan keberkahan dari Allah.
Menjadi Penyejuk Hati dan Penentram Jiwa
Di waktu yang sering diisi dengan kelelahan dunia, shalat ini menjadi penyegar spiritual yang menenangkan batin.
Meningkatkan Kekhusyukan Shalat Fardhu
Dengan Qobliyah Ashar, hati lebih siap untuk melaksanakan shalat wajib dengan fokus dan kehadiran hati yang penuh.
Menjadi Tanda Kecintaan kepada Sunnah
Melakukan amalannya adalah bukti keikhlasan dan kesungguhan mengikuti jejak Rasulullah ﷺ.
Peluang untuk Menyucikan Diri
Dalam setiap sujudnya, seseorang memohon ampun, sehingga dosa-dosa kecil dapat terhapus dan hati menjadi bersih.

Menyapa Rahmat di Waktu Senja

Di antara tanda orang beriman adalah kecintaannya terhadap waktu-waktu ibadah. Saat dunia mulai lengang, ia memilih untuk menegakkan shalat — mencari ketenangan di tengah kesibukan.

Shalat sunnah Qobliyah Ashar bukan hanya tambahan amal, tetapi cerminan jiwa yang haus akan rahmat dan ridha Allah. Barangsiapa menjaga empat rakaat ini dengan penuh keikhlasan, maka semoga ia termasuk dalam golongan yang disebut oleh Rasulullah ﷺ:

> “Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.”

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ringan langkahnya menuju sajadah, dan lembut hatinya dalam menyambut panggilan-Nya — meski hanya empat rakaat sebelum senja. 🌅


Referensi:

HR. Ahmad No. 188; Abu Dawud No. 1271; Tirmidzi No. 430; Ibnu Khuzaimah No. 1193

Minhah al-‘Allām, 3/278–279

Syaikh al-Albani, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah


(https://masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)