MENGUBAH KEMUNGKARAN

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


MENGUBAH KEMUNGKARAN

Pengertian

Menegur atau menasihati teman yang melakukan perbuatan tidak baik dalam Islam disebut amar ma’ruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.

Seorang Muslim tidak boleh membiarkan saudaranya terus melakukan kesalahan jika ia mampu menasihatinya dengan cara yang baik. Nasihat diberikan bukan untuk merendahkan, tetapi untuk mengingatkan dan memperbaiki.

Dasar

Dasar dari ajaran ini terdapat dalam hadis Nabi ﷺ:

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim)

Selain itu ada juga hadis:

“Agama itu adalah nasihat.”
(HR. Muslim)

Hadis ini terdapat dalam Hadits Arbain An-Nawawi, yang disusun oleh Imam An-Nawawi.

Tujuan

Tujuan dari menasihati teman yang berbuat salah antara lain:

  1. Mencegah kemungkaran dan kerusakan.
  2. Menjaga persaudaraan sesama Muslim.
  3. Mengingatkan agar kembali kepada kebaikan.
  4. Menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim. 

Dengan adanya saling menasihati, masyarakat akan lebih terjaga dari perbuatan yang buruk.

Penjelasan Ulama

Para ulama menjelaskan bahwa kewajiban menasihati harus dilakukan dengan cara yang baik dan penuh hikmah.

  • Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa nasihat berarti menginginkan kebaikan bagi orang lain dan mengingatkannya dengan cara yang lembut.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hadis “Agama adalah nasihat” menunjukkan bahwa agama Islam berdiri di atas saling mengingatkan dalam kebaikan.
  • Para ulama juga menegaskan bahwa menasihati harus dilakukan tanpa menyakiti atau mempermalukan orang lain. 

Kesimpulan

Dalam Islam, ketika melihat teman melakukan perbuatan yang tidak baik, seorang Muslim dianjurkan untuk menasihatinya dengan cara yang baik. Hal ini merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

Hadis Nabi ﷺ mengajarkan bahwa kemungkaran harus dicegah sesuai dengan kemampuan: dengan tindakan, dengan lisan (nasihat), atau minimal dengan hati. Tujuannya adalah agar sesama Muslim saling menjaga dan membantu dalam kebaikan.

Referensi

  1. Hadis riwayat Muslim tentang mengubah kemungkaran
  2. Hadis “Agama adalah nasihat” (HR. Muslim)
  3. Hadits Arbain An-Nawawi
  4. Syarh Hadits Arbain karya Imam An-Nawawi

Jami’ul Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab al-Hanbali


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(https://masjid-almadinah-atc.com/vihan)