QS. YUNUS : 12

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


QS. YUNUS : 12

Pengertian

Ayat ini menjelaskan sifat manusia yang sering hanya mengingat Allah ketika berada dalam kesulitan, seperti sakit, kesempitan hidup, atau bahaya. Namun ketika kesulitan itu dihilangkan oleh Allah, manusia sering kembali lalai dan seakan-akan tidak pernah berdoa kepada-Nya.

Ayat ini menjadi peringatan agar manusia tidak bersikap demikian, tetapi tetap mengingat Allah dalam keadaan susah maupun senang.

Dasar (Ayat Al-Qur’an)

Arab

وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan

“Apabila manusia ditimpa kesusahan, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi ketika Kami telah menghilangkan kesusahannya, dia berlalu seakan-akan tidak pernah berdoa kepada Kami karena suatu kesusahan yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang selalu mereka kerjakan.”

Tujuan Ayat

Tujuan dari ayat ini adalah:

  1. Menegur sifat manusia yang lalai kepada Allah.
  2. Mengajarkan agar selalu mengingat Allah, baik saat susah maupun senang.
  3. Mengingatkan bahwa semua pertolongan datang dari Allah.
  4. Mendorong manusia untuk bersyukur setelah mendapatkan nikmat. 

Penjelasan Ulama

Ibnu Katsir

Dalam tafsirnya, beliau menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan manusia yang sangat bergantung kepada Allah ketika tertimpa kesulitan, tetapi ketika Allah menghilangkan kesulitan tersebut, ia kembali lalai dan melupakan-Nya.

Al-Qurtubi

Beliau menerangkan bahwa ini adalah sifat buruk manusia yang tidak bersyukur, yaitu memohon kepada Allah ketika membutuhkan pertolongan, tetapi tidak mengingat Allah setelah mendapatkan nikmat.

Kesimpulan

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin seharusnya tidak hanya mengingat Allah ketika membutuhkan pertolongan. Seorang muslim harus selalu:

  • berdoa kepada Allah
  • bersyukur atas nikmat
  • mengingat Allah dalam keadaan susah maupun senang. 

Orang yang hanya mengingat Allah ketika susah menunjukkan kurangnya rasa syukur dan keimanan yang lemah.

Referensi

  1. Al-Qur’an Surah Yunus ayat 12
  2. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim – Ibnu Katsir
  3. Tafsir Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an – Al-Qurtubi

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(https://masjid-almadinah-atc.com/vihan)