QS. Al-Ma’un : 2

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


QS. Al-Ma’un: 2

Pengertian

QS. Al-Ma’un ayat 2 menjelaskan tentang orang yang menghardik anak yatim, yaitu memperlakukan mereka dengan kasar, mengusir, meremehkan, atau tidak peduli terhadap keadaan mereka. Maksud “menghardik” bukan hanya tindakan fisik, tapi juga sikap hati seperti tidak mau membantu, tidak peduli, atau bahkan menganggap mereka beban.


Dasar (Dalil)

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

Artinya:
“Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.”
(QS. Al-Ma’un: 2)


Tujuan

  1. Menanamkan rasa peduli kepada anak yatim
  2. Mencegah sikap kasar dan tidak berperasaan
  3. Mengajarkan pentingnya empati
  4. Menunjukkan bahwa iman harus tercermin dalam tindakan

Penjelasan Ulama

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata “يَدُعُّ” (yadu’’u) berarti mendorong dengan keras, mengusir, atau memperlakukan dengan kasar. Ini mencakup semua bentuk perlakuan buruk terhadap anak yatim, baik secara fisik maupun sikap. Orang yang melakukan ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai orang yang mendustakan agama, karena tidak memiliki rasa kasih sayang.


Kesimpulan

Ayat ini menegaskan bahwa sikap terhadap anak yatim bukan hal sepele.
Itu adalah cermin hati dan iman seseorang.


Referensi

  1. Al-Qur’an Surah Al-Ma’un ayat 2
  2. Tafsir Ibnu Katsir
  3. Tafsir Al-Qurtubi

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(https://masjid-almadinah-atc.com/vihan)