Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hakikat Dunia: Antara Hisab dan Azab
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya tentang hakikat dunia, maka beliau menjawab:
“حَلَالُهَا حِسَابٌ وَحَرَامُهَا عَذَابٌ”
“Yang halal darinya akan dihisab, dan yang haram darinya adalah azab (neraka).”
(HR. Ibnu Abi Dunya dalam Az-Zuhd, no. 29)
Pendahuluan
Begitulah dunia. Tempat yang manusia kejar mati-matian seolah kontraknya abadi, padahal isinya cuma dua lorong: yang halal akan dimintai pertanggungjawaban, dan yang haram menyeret kepada siksa. Sungguh perdagangan yang aneh, manusia menumpuk beban lalu lupa bahwa semua bon belanja hidup akan ditagih.
Tafsir dan Hikmah
Perkataan Ali bin Abi Thalib ini mengandung peringatan tajam bahwa dunia bukan tujuan akhir, melainkan ladang ujian. Bahkan kenikmatan yang halal sekalipun tidak lepas dari hisab: dari mana diperoleh, untuk apa digunakan, dan apakah disyukuri.
Adapun yang haram, tidak ada ruang aman di dalamnya. Harta haram, makanan haram, jalan haram menuju kesenangan, semuanya membawa konsekuensi yang berat di akhirat. Maka seorang mukmin tidak hanya sibuk membedakan untung-rugi duniawi, tetapi juga halal-haram yang menentukan nasib abadinya.
Faedah
- Dunia adalah tempat ujian, bukan tempat tinggal selamanya.
- Kenikmatan halal tetap akan dimintai pertanggungjawaban.
- Perkara haram, sekecil apa pun, mengandung ancaman azab.
- Zuhud bukan meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi tidak diperbudak olehnya.
Renungan Penutup
Jika yang halal saja akan dihisab, lalu betapa nekatnya manusia yang masih santai menenggak yang haram. Dunia ini memang memikat, seperti fatamorgana di padang pasir: tampak menyegarkan dari jauh, lalu lenyap saat didekati. Maka ambillah secukupnya, jangan sampai bekal menuju akhirat justru berubah menjadi beban.
Referensi
- Ibnu Abi Dunya, Az-Zuhd, no. 29
- Atsar Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
https://masjid-almadinah.atc.com/afrilafajar