Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ikhlas: Membebaskan Diri dari Penjara Penilaian Manusia
Ustadz Boris Tanesia hafizhahullah berkata:
“Manusia yang tidak ikhlas, yang berbuat hanya karena manusia, adalah manusia yang paling menderita hidupnya. Mereka haus validasi dan ketenaran diri. Padahal, seringkali tiada manusia yang peduli. Sementara di hadapan Allah, dia tidak berarti.”
Pendahuluan
Betapa melelahkan hidup jika seluruh amal digantungkan pada tepuk tangan manusia. Hari ini dipuji, besok dilupakan. Begitulah tabiat manusia: cepat kagum, lebih cepat lupa. Namun anehnya, banyak orang tetap menjadikan penilaian makhluk sebagai kiblat hidupnya. Spesies yang gemar mengejar bayangan, lalu heran kenapa tangannya kosong.
Tafsir dan Hikmah
Ikhlas adalah memurnikan niat hanya untuk Allah semata. Amal yang tampak besar di mata manusia bisa menjadi kosong nilainya bila niatnya tercemar riya’. Sebaliknya, amal kecil yang tersembunyi justru bernilai agung jika dilakukan dengan tulus karena Allah.
Orang yang hidup demi validasi manusia akan terus gelisah. Ia sibuk menghitung pujian, resah bila tak diperhatikan, kecewa bila tak dihargai. Hidupnya bergantung pada sesuatu yang rapuh: opini manusia yang berubah-ubah.
Padahal, keridhaan Allah jauh lebih mulia daripada seluruh sanjungan dunia. Jika Allah ridha, maka tidak penting lagi apakah manusia memuji atau mengabaikan.
Faedah
- Ikhlas menjadikan hati tenang karena tujuan amal hanya Allah.
- Riya’ dan haus validasi membuat hidup penuh kecemasan.
- Pujian manusia tidak menjamin nilai amal di sisi Allah.
- Amal yang diterima adalah amal yang lurus niatnya dan benar caranya.
Renungan Penutup
Jangan jadikan hidup sebagai panggung untuk mencari sorak penonton yang bahkan tak ingat namamu pekan depan. Berbuatlah karena Allah, sebab manusia hanyalah penonton yang mudah bosan, sedangkan Allah Maha Melihat dan tak pernah luput menilai setiap niat.
Referensi
- Nasihat Ustadz Boris Tanesia hafizhahullah
- QS. Al-Bayyinah: 5
- HR. Bukhari dan Muslim: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
https://masjid-almadinah.atc.com/afrilafajar