Maha Pemberi Segalanya

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dia memberimu sehat agar engkau merasakan lapangnya hidup, dan Dia pula memberimu sakit agar engkau belajar betapa berharganya satu helaan napas. Dia melapangkan rezekimu hingga engkau merasa cukup, lalu menyempitkannya agar engkau mengerti arti bergantung dan berharap. Dalam gembira, engkau diajak bersyukur; dalam duka, engkau diajak pulang, menemukan kembali dirimu yang paling jujur.

Sering kali manusia hanya ingin memahami hidup dari sisi yang menyenangkan, seolah terang adalah satu-satunya bahasa yang layak dipelajari. Padahal justru dalam gelap, mata batin belajar melihat lebih dalam. Luka-luka kecil yang singgah bukan sekadar perih, melainkan jendela yang membuka kesadaran bahwa kita bukan pemilik kendali sepenuhnya.

Setiap keadaan adalah cara halus untuk memperkenalkan makna yang lebih luas tentang keberadaan. Bahwa kekuatan bukan hanya tentang berdiri tegak, tetapi juga tentang berserah dengan tenang. Bahwa kebahagiaan bukan sekadar tawa, tetapi juga penerimaan yang utuh terhadap segala yang datang.

Jika engkau mau merenung sejenak, akan tampak bahwa hidup bukan kumpulan kebetulan, melainkan rangkaian isyarat yang saling terhubung. Dan di balik semua itu, ada kasih yang bekerja tanpa henti, mengajarkanmu mengenal-Nya, bukan hanya saat mudah, tetapi juga saat segalanya terasa rapuh.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/MuhammadRizki