Hatiku seperti pena ditangan-Mu

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hatiku seperti pena di tangan-Mu, bergerak dalam sunyi mengikuti kehendak yang tak selalu kupahami. Kadang Engkau menuliskan tawa yang ringan, kadang gurat duka yang dalam, dan di antara keduanya aku belajar membaca makna yang tersembunyi. Dalam bahagia, aku merasakan kehangatan yang menenteramkan. Dalam sedih, aku disentuh oleh kedalaman yang mengajarkan kerendahan hati. Aku menyadari bahwa diriku hanyalah rangkaian dari apa yang Engkau pilihkan, bukan sekadar kehendak yang kubangun sendiri.

Sering kali aku ingin mengendalikan arah, menentukan akhir, dan memilih jalan yang terasa mudah. Namun setiap kali aku mencoba melepaskan diri dari genggaman-Mu, aku justru tersesat dalam kebingungan yang tak berujung. Di situlah aku mengerti, bahwa melihat bukan hanya tentang mata, melainkan tentang izin yang Engkau berikan untuk memahami.

Apa yang tampak di hadapanku bukan selalu seperti yang kuinginkan, tetapi selalu seperti yang kubutuhkan. Dalam keterbatasanku, ada ketenangan ketika aku berserah. Aku belajar bahwa hidup bukan tentang memiliki kendali penuh, melainkan tentang kepercayaan yang utuh. Maka jika hatiku adalah pena, biarlah ia terus menulis dalam genggaman-Mu, meski aku tak selalu mengerti kalimat yang sedang Engkau rangkai.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/MuhammadRizki