Menjaga Lisan

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Menjaga Lisan

Ayat

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Arti

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

QS. Qaf : 18

Tafsiran

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan bahwa setiap ucapan manusia akan dicatat oleh malaikat tanpa ada yang terlewat, baik perkataan yang baik maupun yang buruk.

Penjelasan

Lisan adalah nikmat dari Allah سبحانه وتعالى yang bisa menjadi jalan pahala, tetapi juga bisa menjadi sebab datangnya dosa. Banyak masalah, permusuhan, dan penyesalan bermula dari ucapan yang tidak dijaga.

Terkadang seseorang menganggap remeh perkataannya karena hanya berupa candaan, emosi sesaat, atau komentar kecil. Padahal bisa jadi ucapan tersebut menyakiti hati orang lain dan dicatat sebagai dosa di sisi Allah.

Di zaman sekarang, menjaga lisan bukan hanya soal ucapan secara langsung, tetapi juga tulisan di media sosial, komentar, sindiran, dan pesan yang dikirim kepada orang lain. Semua itu tetap termasuk perkataan yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Karena itu, seorang muslim hendaknya membiasakan berkata baik atau memilih diam ketika tidak ada manfaat dalam ucapannya. Sebab lisan yang terjaga adalah tanda hati yang baik.

Referensi

Al-Qur’an Surah Qaf ayat 18
Tafsir Ibnu Katsir

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/BramanBanta