Di tengah riuh dunia bergerak tanpa jeda, ada sekelompok manusia yang hadir bukan karena popularitas, bukan pula karena sorotan kamera, tetapi karena panggilan nurani. Mereka adalah Penyuluh Agama, penjaga cahaya di tengah hiruk-pikuk dunia. Yang bekerja dalam senyap tetapi memberi dampak yang menggema jauh ke relung-relung sosial.
Pengabdian penyuluh agama bukanlah tentang besar kecilnya penghargaan yang diterima, melainkan tentang seberapa banyak hati yang disentuh. Kadang hasilnya tidak langsung terlihat. Tidak ada gemuruh tepuk tangan. Tidak ada laporan yang mampu menggambarkan sepenuhnya dampak dari sebuah nasehat tulus. Kadang dianggap tidak melakukan apa-apa, tidak bekerja dan sebagainya. Namun perlahan, perubahan itu tumbuh dalam sikap yang lebih santun, ibadah yang tidak lagi ditinggal, rumah tangga yang kembali rukun dan iman yang kembali mulai menyala.