—
🕌 APA ITU SUTRAH DALAM SHALAT?
📖 Pengertian Sutrah
Sutrah (سُتْرَة) secara bahasa berarti penghalang atau pembatas. Dalam konteks ibadah shalat, sutrah adalah sesuatu yang diletakkan di depan orang yang sedang shalat sebagai pembatas antara dia dan tempat lalu lalang orang. Tujuannya adalah agar shalatnya lebih khusyuk dan terjaga dari gangguan.
Sutrah bisa berupa dinding, tiang, tongkat, tas, kursi, atau benda apa pun yang memiliki tinggi kira-kira seukuran ujung tombak (sekitar 60–100 cm).
—
📜 Dasar Hadits tentang Sutrah
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلَى سُتْرَةٍ وَلْيَدْنُ مِنْهَا
“Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaklah ia shalat dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya.” (HR. Abu Dawud no. 698, An-Nasa’i no. 750, dan Ibnu Majah no. 954) Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud.
—
🌙 Tujuan dan Hikmah Sutrah
1. Menjaga kekhusyukan shalat
Dengan adanya sutrah, pandangan mata akan lebih fokus ke arah tertentu, tidak terganggu oleh orang atau benda yang lewat di depannya.
2. Melindungi shalat dari pembatal atau pengurang pahala
Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Apabila salah seorang di antara kalian shalat menghadap sutrah, maka hendaklah ia mendekat darinya dan jangan biarkan siapa pun lewat di depannya.” (HR. Abu Dawud no. 697, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
3. Mencegah orang lewat di depan orang yang shalat
Rasulullah ﷺ sangat menekankan agar tidak melewati orang yang sedang shalat di depannya, karena perbuatan itu termasuk dosa.
> “Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat tahu dosa yang ia perbuat, niscaya ia akan berdiri selama empat puluh (hari atau tahun) lebih baik baginya daripada lewat di depannya.” (HR. Bukhari no. 510 dan Muslim no. 507)
—
📏 Jarak dan Ukuran Sutrah
Jarak antara tempat sujud dan sutrah disunnahkan sekitar tiga hasta (sekitar 1 meter). Rasulullah ﷺ pernah shalat menghadap ke arah dinding, dan jarak antara dinding dan tempat sujudnya adalah sekitar tiga hasta (HR. Bukhari no. 474).
Tinggi sutrah cukup setinggi ujung tombak (sekitar 60–100 cm), sebagaimana dalam riwayat dari Thalhah bin ‘Ubaidillah (HR. Muslim no. 499).
—
📚 Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:
> “Sutrah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang shalat, baik shalat wajib maupun sunnah, baik di masjid besar, masjid kecil, atau di rumah.” (Syarh Shahih Muslim, 4/216)
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga menambahkan:
> “Sutrah adalah tanda perhatian seseorang terhadap shalatnya, karena dengan sutrah, ia menjaga kesempurnaan dan kekhusyukan shalatnya.” (Asy-Syarh Al-Mumti’, 3/239)
—
🤲 Kesimpulan
Sutrah adalah penghalang di depan orang yang shalat. Disunnahkan bagi setiap orang yang shalat, baik imam maupun sendirian. Tujuan utamanya adalah menjaga kekhusyukan dan mencegah orang lewat di depannya. Jarak dan ukuran: setinggi ujung tombak dan berjarak sekitar satu meter dari tempat sujud. (https:masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)
—
🔖 Referensi Sunnah dan Kitab Terpercaya
1. Shahih Bukhari no. 474, 510
2. Shahih Muslim no. 499, 507
3. Sunan Abu Dawud no. 697–698
4. Sunan An-Nasa’i no. 750
5. Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi
6. Asy-Syarh Al-Mumti’ – Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
7. Shahih Sunan Abi Dawud – Syaikh Al-Albani
—