—
๐ JANGAN LANGSUNG DUDUK SAAT MASUK MASJID
๐ Hadits Tentang Tahiyyatul Masjid
Dari Abu Qatadah radhiyallahu โanhu, ia berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:
> ุนููู ุฃูุจูู ููุชูุงุฏูุฉู โ ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู โ ุ ููุงูู : ููุงูู ุฑุณูู ุงููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ :
(( ุฅูุฐูุง ุฏูุฎููู ุฃุญูุฏูููู
ู ุงูู
ูุณูุฌูุฏู ุ ูููุงู ููุฌูููุณู ุญูุชููู ููุตููููู ุฑูููุนูุชููููู ))
โJika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia langsung duduk sampai mengerjakan shalat dua rakaat.โ
(Muttafaqun โAlaih โ HR. Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714)
—
๐ Makna dan Tujuan Tahiyyatul Masjid
Tahiyyatul Masjid (ุชุญูุฉ ุงูู ุณุฌุฏ) secara bahasa berarti โpenghormatan kepada masjidโ. Secara istilah, maksudnya adalah shalat dua rakaat yang dilakukan ketika pertama kali masuk masjid sebelum duduk.
Shalat ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk adab dan penghormatan kepada rumah Allah. Rasulullah ๏ทบ menekankan bahwa siapa pun yang masuk ke masjid hendaknya memulai dengan ibadah, bukan sekedar duduk atau berbincang.
—
๐ Hukum Tahiyyatul Masjid
Para ulama sepakat bahwa shalat tahiyyatul masjid hukumnya sunnah muโakkadah (sangat dianjurkan). Artinya, jika dilakukan mendapat pahala besar, dan jika ditinggalkan tanpa sebab tidak berdosa, tetapi termasuk meninggalkan sunnah Nabi ๏ทบ yang sangat ditekankan.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:
> โDalam hadits ini terdapat perintah shalat dua rakaat sebelum duduk bagi siapa yang masuk masjid. Dan ini adalah sunnah muโakkadah berdasarkan kesepakatan para ulama.โ (Syarh Shahih Muslim, 5/220)
—
๐ Waktu Pelaksanaan
Dilakukan setiap kali masuk masjid, baik siang atau malam, kapan pun waktunya. Boleh dilakukan meskipun imam sedang berkhutbah Jumโat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih lainnya:
Rasulullah ๏ทบ bersabda kepada seseorang yang masuk masjid ketika beliau sedang berkhutbah:
> โWahai fulan, apakah engkau sudah shalat dua rakaat?โ Orang itu menjawab, โBelum.โ Nabi ๏ทบ bersabda,
โBangkitlah dan shalatlah dua rakaat, dan perpendeklah shalatmu.โ (HR. Bukhari no. 931 & Muslim no. 875)
Tidak ada bacaan khusus dalam shalat tahiyyatul masjid. Boleh membaca surah apa pun setelah Al-Fatihah.
—
๐ Hikmah dan Keutamaannya
1. ๐๏ธ Sebagai bentuk adab kepada Allah Taโala โ karena masjid adalah rumah Allah, maka sepatutnya kita menyambutnya dengan ibadah, bukan dengan duduk santai.
2. ๐ Menghidupkan sunnah Nabi ๏ทบ โ orang yang menjaga tahiyyatul masjid termasuk orang yang mengikuti tuntunan Rasulullah ๏ทบ.
3. ๐ฟ Mendapat tambahan pahala sunnah โ setiap rakaat adalah amal yang mendekatkan diri kepada Allah.
4. ๐ Membiasakan hati untuk selalu memulai dengan ibadah saat berada di tempat yang mulia.
—
๐ Kesimpulan
Tahiyyatul masjid adalah shalat dua rakaat ketika pertama kali masuk masjid sebelum duduk. Hukumnya sunnah muโakkadah โ sangat dianjurkan dan berpahala besar. Dapat dilakukan kapan saja, bahkan saat khutbah Jumโat sedang berlangsung (dengan rakaat yang singkat). Menunjukkan adab, penghormatan, dan kecintaan kepada rumah Allah.
—
๐ Referensi Shahih dan Kitab Sunnah
1. Shahih Bukhari no. 444, 931
2. Shahih Muslim no. 714, 875
3. Syarh Shahih Muslim โ Imam An-Nawawi
4. Al-Majmuโ Syarh Al-Muhadzdzab โ Imam An-Nawawi
5. Fathul Bari โ Ibnu Hajar Al-โAsqalani
—
(https:masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)