ANJURAN SHOLAT TAHIYATUL MASJID

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

๐Ÿ•Œ JANGAN LANGSUNG DUDUK SAAT MASUK MASJID

๐Ÿ“– Hadits Tentang Tahiyyatul Masjid

Dari Abu Qatadah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

> ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽ โ€“ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€“ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ :
(( ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฃุญูŽุฏููƒูู…ู ุงู„ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุŒ ููŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ))

โ€œJika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia langsung duduk sampai mengerjakan shalat dua rakaat.โ€

(Muttafaqun โ€˜Alaih โ€“ HR. Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714)

 

๐ŸŒ™ Makna dan Tujuan Tahiyyatul Masjid

Tahiyyatul Masjid (ุชุญูŠุฉ ุงู„ู…ุณุฌุฏ) secara bahasa berarti โ€œpenghormatan kepada masjidโ€. Secara istilah, maksudnya adalah shalat dua rakaat yang dilakukan ketika pertama kali masuk masjid sebelum duduk.

Shalat ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk adab dan penghormatan kepada rumah Allah. Rasulullah ๏ทบ menekankan bahwa siapa pun yang masuk ke masjid hendaknya memulai dengan ibadah, bukan sekedar duduk atau berbincang.

๐Ÿ•‹ Hukum Tahiyyatul Masjid

Para ulama sepakat bahwa shalat tahiyyatul masjid hukumnya sunnah muโ€™akkadah (sangat dianjurkan). Artinya, jika dilakukan mendapat pahala besar, dan jika ditinggalkan tanpa sebab tidak berdosa, tetapi termasuk meninggalkan sunnah Nabi ๏ทบ yang sangat ditekankan.

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

> โ€œDalam hadits ini terdapat perintah shalat dua rakaat sebelum duduk bagi siapa yang masuk masjid. Dan ini adalah sunnah muโ€™akkadah berdasarkan kesepakatan para ulama.โ€ (Syarh Shahih Muslim, 5/220)

๐ŸŒŸ Waktu Pelaksanaan

Dilakukan setiap kali masuk masjid, baik siang atau malam, kapan pun waktunya. Boleh dilakukan meskipun imam sedang berkhutbah Jumโ€™at, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih lainnya:

Rasulullah ๏ทบ bersabda kepada seseorang yang masuk masjid ketika beliau sedang berkhutbah:

> โ€œWahai fulan, apakah engkau sudah shalat dua rakaat?โ€ Orang itu menjawab, โ€œBelum.โ€ Nabi ๏ทบ bersabda,
โ€œBangkitlah dan shalatlah dua rakaat, dan perpendeklah shalatmu.โ€ (HR. Bukhari no. 931 & Muslim no. 875)

Tidak ada bacaan khusus dalam shalat tahiyyatul masjid. Boleh membaca surah apa pun setelah Al-Fatihah.

๐Ÿ“š Hikmah dan Keutamaannya

1. ๐Ÿ•Š๏ธ Sebagai bentuk adab kepada Allah Taโ€˜ala โ€” karena masjid adalah rumah Allah, maka sepatutnya kita menyambutnya dengan ibadah, bukan dengan duduk santai.

2. ๐Ÿ’Ž Menghidupkan sunnah Nabi ๏ทบ โ€” orang yang menjaga tahiyyatul masjid termasuk orang yang mengikuti tuntunan Rasulullah ๏ทบ.

3. ๐ŸŒฟ Mendapat tambahan pahala sunnah โ€” setiap rakaat adalah amal yang mendekatkan diri kepada Allah.

4. ๐Ÿ•Œ Membiasakan hati untuk selalu memulai dengan ibadah saat berada di tempat yang mulia.

๐Ÿ“˜ Kesimpulan

Tahiyyatul masjid adalah shalat dua rakaat ketika pertama kali masuk masjid sebelum duduk. Hukumnya sunnah muโ€™akkadah โ€” sangat dianjurkan dan berpahala besar. Dapat dilakukan kapan saja, bahkan saat khutbah Jumโ€™at sedang berlangsung (dengan rakaat yang singkat). Menunjukkan adab, penghormatan, dan kecintaan kepada rumah Allah.

๐Ÿ”– Referensi Shahih dan Kitab Sunnah

1. Shahih Bukhari no. 444, 931

2. Shahih Muslim no. 714, 875

3. Syarh Shahih Muslim โ€“ Imam An-Nawawi

4. Al-Majmuโ€™ Syarh Al-Muhadzdzab โ€“ Imam An-Nawawi

5. Fathul Bari โ€“ Ibnu Hajar Al-โ€˜Asqalani

(https:masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)