Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Membaca Bismillah Sebelum Makan
Pengertian
Ucapan “Bismillah” berarti “Dengan menyebut nama Allah”. Kalimat ini menjadi permulaan setiap perbuatan baik, termasuk saat makan dan minum. Membaca Bismillah menunjukkan bahwa kita melakukan sesuatu atas nama Allah, dengan memohon keberkahan dan perlindungan-Nya.
Dalam konteks makan, membaca Bismillah berarti menyadari bahwa makanan yang kita nikmati adalah rezeki dari Allah ﷻ, dan kita memakannya dengan rasa syukur, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan jasmani.
—
Dasar Hukum
Kewajiban membaca Bismillah sebelum makan didasarkan pada hadits sahih dari Rasulullah ﷺ:
> Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah ia mengucapkan: Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” (HR. Abu Dawud no. 3767, Tirmidzi no. 1858, dinilai hasan sahih)
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
> “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.” (HR. Bukhari no. 5376, Muslim no. 2022)
Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa membaca Bismillah sebelum makan adalah sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan menjadi adab utama dalam Islam ketika menikmati makanan.
—
Tujuan Membaca Bismillah
Tujuan membaca Bismillah sebelum makan bukan hanya sebagai formalitas, tetapi memiliki makna dan hikmah yang sangat dalam:
1. Menghadirkan kesadaran tauhid, bahwa semua nikmat berasal dari Allah.
2. Menolak gangguan setan, sebab setan tidak akan ikut makan jika nama Allah disebut.
3. Menumbuhkan rasa syukur, karena kita menyadari rezeki ini adalah karunia, bukan semata hasil usaha.
4. Menjadikan makan sebagai ibadah, bukan sekadar aktivitas duniawi.
5. Mendapatkan keberkahan, karena setiap perbuatan yang dimulai dengan nama Allah akan membawa kebaikan.
—
Penjelasan Ulama
Para ulama menjelaskan pentingnya membaca Bismillah dengan rinci:
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata:
> “Disunnahkan bagi setiap Muslim yang hendak makan untuk membaca ‘Bismillah’. Jika lupa, hendaklah ia mengucapkannya ketika teringat, bahkan di tengah makan.”
Ibnul Qayyim rahimahullah menulis dalam Zaad al-Ma‘ad:
> “Menyebut nama Allah ketika makan dapat mencegah setan turut makan bersama kita. Karena ketika nama Allah disebut, setan tidak memiliki bagian dari makanan itu.”
Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan:
> “Kalimat Bismillah sebelum makan adalah bentuk dzikir yang mengubah kebiasaan menjadi ibadah. Dengan menyebut nama Allah, makan bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga menjadi amal yang berpahala.”
Dengan demikian, membaca Bismillah adalah perisai spiritual, yang menjaga dari gangguan setan dan menambah keberkahan pada rezeki.
—
Kesimpulan
Membaca Bismillah sebelum makan adalah amalan sederhana namun penuh makna. Ia menjadi pembeda antara orang yang beriman dan orang yang lalai. Setiap kali menyebut nama Allah sebelum makan, kita bukan hanya mendapatkan keberkahan, tetapi juga menegaskan bahwa setiap rezeki adalah karunia dari-Nya. Jika lupa di awal, Islam tetap memberikan kemudahan dengan doa: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu” (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).
Maka, biasakanlah mengucapkan Bismillah sebelum setiap suapan, karena dari hal kecil itu lahir ketenangan hati dan keberkahan hidup.
—
Referensi
1. Al-Qur’an al-Karim:
QS. Al-‘Alaq: 1 — “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
QS. An-Nahl: 114 — “Makanlah dari rezeki yang halal lagi baik yang telah Allah rezekikan kepadamu.”
2. Hadis Nabi ﷺ:
HR. Abu Dawud no. 3767, HR. Tirmidzi no. 1858
HR. Bukhari no. 5376, Muslim no. 2022
3. Kitab Ulama:
An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim
Ibnul Qayyim, Zaad al-Ma‘ad
Shalih al-Fauzan, Al-Mulakhkhash al-Fiqhi
—
(https://masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)