Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
—
Mengucapkan Alhamdulillah Setelah Makan
Pengertian
Mengucapkan Alhamdulillah setelah makan adalah bentuk rasa syukur seorang Muslim kepada Allah atas nikmat makanan dan minuman yang telah diberikan. Ucapan ini bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi merupakan ibadah yang bernilai pahala karena menunjukkan pengakuan atas karunia Allah Ta’ala.
Dasar Hadis
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan minum.” (HR. Muslim no. 2734)
Hadis ini menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bersyukur dengan memuji-Nya setelah mendapatkan nikmat makan dan minum.
Tujuan
Tujuan utama membaca Alhamdulillah setelah makan adalah:
Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Menyadarkan manusia bahwa makanan dan minuman adalah karunia, bukan semata hasil usaha.
Membiasakan diri untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas sehari-hari.
Mendapatkan keridhaan Allah sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (17:46) berkata:
> “Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan ‘Alhamdulillah’ saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah.”
Artinya, cukup dengan mengucapkan satu kalimat Alhamdulillah setelah makan atau minum, seseorang sudah mendapatkan pahala sunnah dan menunjukkan rasa syukur kepada Allah. Namun, jika ditambah dengan doa yang lebih panjang seperti:
> “Alhamdulillahil ladzi ath’amani hadza wa razaqanihi min ghairi hawlin minni wala quwwah”
(Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini dan menganugerahkannya tanpa daya dan kekuatanku)
maka hal itu lebih utama dan lebih sempurna.
Kesimpulan
Mengucapkan Alhamdulillah setelah makan adalah amalan sederhana namun memiliki keutamaan besar di sisi Allah. Ia merupakan bentuk syukur dan adab makan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cukup dengan satu kalimat Alhamdulillah, seorang Muslim telah melaksanakan sunnah dan mendapatkan keridhaan Allah Ta’ala.
Referensi
HR. Muslim no. 2734
An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, jilid 17 hal. 46
Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, jilid 9
Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari
—-
(https://masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)