Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
AYO KE MASJID!
BERJALAN KE MASJID AKAN MENDAPATKAN 2 KEUTAMAAN
—
Pengertian
Berjalan ke masjid merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dalam Islam. Setiap langkah yang diayunkan menuju rumah Allah bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga bentuk penghambaan dan cinta kepada Allah. Ibadah ini mencerminkan semangat keimanan seorang Muslim yang ingin selalu terhubung dengan Tuhannya melalui salat berjamaah dan amal kebaikan.
—
Dasar
Dasar amalan ini bersumber dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ:
“مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيُؤَدِّيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خُطْوَتُهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً.”
(رواه مسلم رقم ٦٦٦)
Artinya:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu berjalan menuju salah satu rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapus dosa, dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim No. 666)
Hadits ini menunjukkan bahwa setiap langkah menuju masjid tidak akan sia-sia, karena mengandung dua keutamaan besar: penghapus dosa dan peninggi derajat.
—
Tujuan
Tujuan dari ajaran ini tidak hanya mengajak umat Islam untuk salat berjamaah, tetapi juga untuk:
1. Menumbuhkan kecintaan kepada masjid sebagai rumah Allah.
2. Menjaga dan memakmurkan masjid dengan kehadiran jamaah.
3. Melatih disiplin dan keikhlasan dalam beribadah.
4. Mendekatkan diri kepada Allah melalui amal ringan namun berpahala besar.
5. Menjadi teladan kebaikan di lingkungan sekitar dengan kebiasaan menuju masjid.
—
Penjelasan Ulama
Para ulama menafsirkan hadits ini dengan penuh perhatian terhadap makna yang terkandung di dalamnya:
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa setiap langkah menuju masjid mengandung pahala besar. Satu langkah menghapus dosa, langkah berikutnya meninggikan derajat.
Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kemurahan Allah, karena bahkan perjalanan menuju ibadah sudah termasuk ibadah itu sendiri.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menegaskan bahwa pahala ini diberikan kepada orang yang berjalan ke masjid dengan niat tulus karena Allah, bukan karena kebiasaan atau riya.
—
Faedah dan Manfaat
Dari hadits dan penjelasan para ulama di atas, terdapat banyak faedah dan manfaat yang bisa dipetik, di antaranya:
1. Dihapuskan dosa-dosa kecil setiap kali melangkah menuju masjid.
2. Dinaikkan derajat keimanan dan kedudukan di sisi Allah.
3. Menjadi bukti keimanan yang hidup, karena Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kehadiran di masjid adalah tanda orang beriman.
4. Menumbuhkan rasa cinta terhadap ibadah dan jamaah.
5. Menjaga silaturahmi antar sesama Muslim yang sering bertemu di rumah Allah.
6. Menyehatkan tubuh, karena berjalan kaki termasuk aktivitas fisik yang baik.
7. Menambah pahala di setiap langkah, bahkan sebelum salat dimulai.
—
Kesimpulan
Berjalan ke masjid adalah amalan ringan yang membawa keberkahan besar. Setiap langkah menuju masjid menjadi sebab turunnya ampunan dan peninggian derajat di sisi Allah. Semakin sering seseorang melangkahkan kaki ke masjid, semakin dekat ia kepada rahmat dan ridha-Nya.
Maka, marilah kita biasakan hati dan kaki untuk selalu menuju masjid, karena setiap langkah menuju rumah Allah adalah langkah menuju surga.
—
Referensi
1. Shahih Muslim, Kitab Shalat, Hadits No. 666.
2. Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi.
3. Fathul Bari – Ibnu Hajar Al-‘Asqalani.
4. Syarh Riyadhus Shalihin – Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
5. Masjid Al-Madinah ATC – Kampar, Riau, Indonesia.
—
(https:masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)