PINTAR DIDUNIA BODOH DIAKHIRAT

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Hari ini kita hidup di zaman di mana ilmu dunia berkembang sangat pesat. Teknologi semakin canggih, manusia bisa menjelajahi luar angkasa, membuat kecerdasan buatan, bahkan menggantikan pekerjaan manusia dengan mesin.
Namun ironisnya — semakin banyak orang pintar, semakin sedikit yang mengenal Allah.

Banyak orang hafal rumus, tapi tidak hafal doa sebelum tidur.
Banyak yang paham teori ekonomi, tapi tidak tahu hukum riba.
Banyak yang bisa menaklukkan pasar dunia, tapi tidak bisa menundukkan nafsu sendiri.

Inilah yang disebut oleh Allah dalam firman-Nya:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia, sedang tentang kehidupan akhirat mereka lalai.”
(QS. Ar-Rum: 7)

Ayat ini menggambarkan fenomena umat sekarang — pandai urusan dunia, tapi lalai tentang akhirat.
Padahal seharusnya ilmu dunia menambah ketundukan kepada Allah, bukan membuat kita sombong.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Tapi perhatikan — yang dimaksud ilmu di sini bukan hanya sains, bisnis, atau teknologi, melainkan ilmu yang mendekatkan kepada Allah.
Karena ilmu tanpa iman, akan melahirkan kesombongan.
Sedangkan iman tanpa ilmu, akan melahirkan kesesatan.

Saudaraku,
Mari kita jadi orang berilmu yang mengenal Tuhan-nya.
Gunakan kepintaran kita bukan untuk pamer, tapi untuk bermanfaat bagi umat dan menjadi jalan menuju ridha Allah.
Sebab, kepintaran dunia akan berakhir di kubur, tapi ilmu yang diamalkan karena Allah akan terus hidup hingga akhirat.

Allah mengingatkan:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

 

Mari kita seimbangkan — cerdas di dunia, tapi juga cerdas untuk akhirat.
Belajar ilmu dunia, tapi jangan tinggalkan ilmu agama.
Karena yang menentukan nasib kita selamanya bukan nilai di ijazah, tapi amal di hadapan Allah.  ( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh