Kemuliaan Wanita dalam Ketakwaan dan Menjaga Diri

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Kemuliaan Wanita dalam Ketakwaan dan Menjaga Diri

Kutipan

Al-Ustadz Abu Darda’ Sufyan Al-Kandary hafizhahullahu berkata:

“Tidak ada amalan seorang wanita yang lebih mendekatkan dirinya kepada Allah selain ketakwaannya dan diamnya di dalam rumahnya.”

Pengantar

Dalam kehidupan modern saat ini, sering kali nilai-nilai kesederhanaan dan penjagaan diri dianggap sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman. Banyak yang mengira bahwa kemuliaan hanya bisa diraih dengan tampil dan terlihat di hadapan banyak orang.

Padahal dalam Islam, kemuliaan seorang wanita tidak diukur dari seberapa sering ia terlihat, tetapi dari seberapa kuat ia menjaga dirinya dalam ketaatan kepada Allah.

Tafsir/Hikmah

Perkataan ini menekankan bahwa inti kemuliaan seorang wanita terletak pada ketakwaannya. Ketakwaan mencakup seluruh aspek kehidupan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Adapun “diamnya di dalam rumah”, bukan berarti larangan mutlak untuk keluar, melainkan penegasan bahwa tempat yang paling aman dan penuh penjagaan bagi seorang wanita adalah rumahnya, selama tidak ada kebutuhan syar’i yang mengharuskannya keluar.

Islam tidak melarang wanita untuk beraktivitas di luar rumah, namun memberikan batasan agar kehormatan dan keselamatan tetap terjaga. Dengan demikian, menjaga diri, menahan pandangan, dan tidak berlebihan dalam berinteraksi menjadi bagian dari ketakwaan itu sendiri.

Faedah

  1. Ketakwaan adalah ukuran utama kemuliaan seorang wanita di sisi Allah.
  2. Menjaga diri dan kehormatan merupakan bagian dari ibadah.
  3. Rumah adalah tempat terbaik bagi wanita dalam menjaga keamanan dan ketenangan.
  4. Islam memberikan aturan untuk melindungi, bukan membatasi secara sempit.
  5. Aktivitas di luar rumah diperbolehkan selama sesuai dengan syariat dan kebutuhan.

Penutup Reflektif

Di tengah dunia yang mendorong untuk selalu tampil dan terlihat, seorang wanita muslimah diajarkan untuk menemukan kemuliaannya dalam ketenangan dan penjagaan diri. Bukan berarti terasing, tetapi memilih jalan yang lebih selamat dan lebih dekat kepada Allah.

Kemuliaan sejati tidak selalu terlihat oleh manusia, tetapi pasti bernilai di sisi Allah.

Referensi

  • Perkataan Al-Ustadz Abu Darda’ Sufyan Al-Kandary hafizhahullahu
  • Kajian tentang adab dan kemuliaan wanita dalam Islam

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/afrilafajar