Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Penyebab Pahala Ibadah Hilang Tanpa Disadari
Kutipan
Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata:
“Didatangkan pada hari kiamat seorang hamba, lalu diserahkan catatan amalnya. Namun ia tidak mendapati di dalamnya pahala shalat, puasa, dan amalan shalih lainnya. Ia pun berkata, ‘Wahai Rabbku, ini bukan catatan amalku. Dahulu aku memiliki berbagai kebaikan, namun tidak ada di sini.’
Maka dikatakan kepadanya, ‘Sesungguhnya Rabbmu tidaklah lupa terhadap amalanmu. Akan tetapi pahala tersebut hilang karena dosa ghibah yang engkau lakukan terhadap manusia.’”
(Sumber: Bahr ad-Dumu’, Ibnul Jauzi)
Pengantar
Banyak orang berusaha menjaga ibadahnya dengan baik. Shalat dijaga, puasa ditunaikan, bahkan berbagai amalan sunnah juga dilakukan. Namun ada satu hal yang sering dianggap ringan, padahal dampaknya sangat besar, yaitu dosa lisan.
Tanpa disadari, seseorang bisa kehilangan pahala yang telah ia kumpulkan dengan susah payah, hanya karena ucapan yang dianggap sepele.
Tafsir/Hikmah
Atsar ini memberikan gambaran yang sangat mengkhawatirkan. Seseorang datang pada hari kiamat dengan harapan mendapatkan pahala dari ibadahnya, namun ternyata semua itu hilang. Bukan karena Allah lalai, tetapi karena perbuatannya sendiri.
Ghibah, atau membicarakan keburukan orang lain, sering kali dianggap dosa kecil. Padahal dampaknya bisa menghapus pahala amalan besar seperti shalat dan puasa. Ini menunjukkan bahwa dalam Islam, hubungan dengan sesama manusia memiliki konsekuensi yang sangat serius.
Hikmah lainnya adalah bahwa menjaga lisan sama pentingnya dengan menjaga ibadah. Bahkan bisa jadi, seseorang rajin beribadah tetapi lalai dalam menjaga lisannya, sehingga apa yang dibangun dengan susah payah runtuh begitu saja.
Faedah
- Ghibah termasuk dosa yang dapat menghapus pahala amalan kebaikan.
- Pahala ibadah tidak otomatis aman, bisa hilang karena dosa tertentu.
- Menjaga lisan adalah bagian penting dari menjaga amal.
- Hubungan dengan sesama manusia sangat berpengaruh di akhirat.
- Pentingnya muhasabah diri agar tidak meremehkan dosa kecil.
Penutup Reflektif
Sering kali manusia sibuk memperbanyak amal, tapi lupa menjaga apa yang bisa merusaknya. Lisan yang tidak terjaga bisa menjadi sebab hilangnya pahala yang telah dikumpulkan bertahun-tahun. Jadi mungkin yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa banyak ibadah yang dilakukan, tapi seberapa baik kita menjaganya.
Referensi
- Bahr ad-Dumu’ – Ibnul Jauzi
- Atsar Sa’id bin Jubair rahimahullah
- Kajian tentang bahaya ghibah dalam Islam
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh