Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
QS. THAHA : 44
1. Pengertian
QS. Thaha ayat 44 berisi perintah Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ketika menghadapi Fir’aun, yaitu agar berbicara dengan kata-kata yang lemah lembut. Ayat ini mengajarkan bahwa dalam menyampaikan kebenaran, seseorang tidak boleh kasar atau keras, bahkan kepada orang yang sangat zalim sekalipun. Artinya, cara penyampaian itu sangat penting—kebenaran yang disampaikan dengan cara buruk bisa ditolak, sementara kata-kata lembut justru bisa membuka hati.
2. Dasar (Dalil)
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
Artinya:
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia sadar atau takut.”
(QS. Thaha: 44)
3. Tujuan
- Mengajarkan pentingnya berbicara dengan lembut
- Menyampaikan kebenaran dengan cara yang bijak
- Membuka hati orang lain agar mau menerima nasihat
- Menghindari konflik akibat ucapan yang kasar
4. Penjelasan Ulama
Para ulama seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan betapa pentingnya akhlak dalam berdakwah. Bahkan kepada Fir’aun yang sangat zalim pun, Allah tetap memerintahkan untuk berbicara dengan lembut. Ini berarti tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap kasar saat menasihati orang lain. Jika kepada Fir’aun saja harus lembut, apalagi kepada sesama manusia biasa.
5. Kesimpulan
Ayat ini menegaskan bahwa cara berbicara menentukan hasil.
Kebenaran tidak cukup hanya benar—cara menyampaikannya juga harus benar.
6. Referensi
- Al-Qur’an Surah Thaha ayat 44
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurtubi
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
(https://masjid-almadinah-atc.com/vihan)