Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
QS. Ibrahim : 7
1. Pengertian
QS. Ibrahim: 7 menjelaskan bahwa setiap nikmat yang Allah berikan kepada manusia bisa bertambah atau berkurang tergantung bagaimana manusia menyikapinya. Jika seseorang bersyukur, yaitu mengakui nikmat itu berasal dari Allah dan menggunakannya dengan benar, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Sebaliknya, jika seseorang tidak bersyukur atau menyalahgunakan nikmat, maka nikmat itu bisa hilang bahkan menjadi sebab datangnya kesulitan. Jadi, ayat ini mengajarkan bahwa sikap kita terhadap nikmat sangat menentukan keadaan hidup kita.
2. Dasar
Dasar pembahasan ini adalah firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7.
Ayat ini merupakan peringatan kepada Bani Israil, namun hukumnya berlaku umum untuk seluruh manusia.
3. Tujuan
Tujuan dari konsep syukur dalam ayat ini adalah:
- Menjaga nikmat yang sudah ada
Banyak orang fokus mencari tambahan, tetapi lupa menjaga yang sudah dimiliki. - Mendorong manusia agar tidak sombong
Nikmat bukan hasil murni usaha sendiri. - Meningkatkan kualitas hidup (lahir dan batin)
Syukur bukan hanya ucapan, tetapi penggunaan nikmat dengan benar. - Memberikan peringatan keras
Kufur nikmat bukan hal sepele, karena dapat menyebabkan hilangnya nikmat.
4. Penjelasan Ulama
1. Tafsir Ibnu Katsir
Ibn Kathir menjelaskan bahwa:
- Syukur adalah menggunakan nikmat untuk taat kepada Allah.
- Jika disyukuri, Allah akan menambah nikmat, baik di dunia maupun di akhirat.
- Jika kufur, nikmat dapat dicabut atau menjadi sebab azab.
2. Tafsir Al-Qurthubi
Al-Qurtubi menekankan bahwa:
- Tambahan nikmat tidak selalu berupa harta.
- Bisa berupa ketenangan hati, kesehatan, atau keberkahan hidup.
- Banyak orang keliru karena hanya mengukur tambahan nikmat dari segi materi.
3. Tafsir As-Sa’di
Abd al-Rahman al-Sa’di menjelaskan bahwa:
- Kufur nikmat bukan hanya tidak mengucapkan “Alhamdulillah”,
- tetapi juga menggunakan nikmat untuk hal yang tidak diridhai Allah.
5. Kesimpulan
QS. Ibrahim: 7 menunjukkan hukum kehidupan:
- Syukur → nikmat bertambah
- Kufur → nikmat hilang atau menjadi azab
Namun, syukur yang dimaksud bukan sekadar ucapan, melainkan cara hidup.
Contohnya:
- Punya waktu tetapi dihabiskan sia-sia → bukan syukur
- Punya ilmu tetapi tidak diamalkan → bukan syukur
- Punya rezeki tetapi digunakan untuk hal yang salah → termasuk kufur nikmat
Banyak orang merasa kekurangan rezeki, padahal masalah utamanya adalah cara mereka memperlakukan nikmat yang sudah ada.
6. Referensi
- Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7
- Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim – Ibn Kathir
- Tafsir Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an – Al-Qurtubi
- Tafsir Taysir Al-Karim Ar-Rahman – Abd al-Rahman al-Sa’di
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
(https://masjid-almadinah-atc.com/vihan)