Pentingnya Untuk Selalu Bersyukur

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kalimat ini mengajak kita menengok ulang cara kita memandang hidup. Banyak manusia sibuk meratapi apa yang pergi, namun lupa menunduk sejenak untuk melihat apa yang masih tinggal. Padahal rasa kehilangan sering kali bukan lahir dari besarnya yang hilang, melainkan dari kecilnya rasa syukur yang tumbuh di hati. Ketika mata hanya terlatih melihat kekurangan, maka kehadiran nikmat sebesar apa pun terasa biasa dan tak bermakna.

Secara psikologis, ketidakmampuan bersyukur membuat jiwa selalu berada dalam keadaan lapar. Apa pun yang dimiliki tidak pernah cukup, karena standar kebahagiaan terus digeser oleh keinginan baru. Dalam kondisi seperti ini, kehilangan menjadi luka berlapis. Bukan hanya karena sesuatu itu pergi, tetapi karena sejak awal kita tidak pernah benar-benar merawat dan menghargainya. Yang tidak disyukuri akan terasa mudah hilang, dan yang hilang akan terasa sangat menyakitkan.

Secara filosofis, syukur adalah fondasi keadilan batin. Ia menempatkan manusia pada posisi yang proporsional terhadap takdirnya. Orang yang bersyukur memahami bahwa hidup bukan hanya soal memiliki, tetapi juga soal menjaga dan memaknai. Tanpa syukur, pertanyaan tentang kehilangan berubah menjadi gugatan. Seolah hidup berutang kebahagiaan kepadanya, padahal ia sendiri lalai menjaga apa yang telah dipercayakan.

Dalam dimensi spiritual, syukur adalah adab kepada Allah. Nikmat bukan sekadar pemberian, melainkan amanah. Ketika seseorang tidak menghormati amanah itu dengan rasa syukur, maka hilangnya nikmat bukanlah kezaliman, melainkan konsekuensi. Kehilangan sering kali datang bukan untuk menyakiti, tetapi untuk menyadarkan bahwa ada nikmat yang dulu diabaikan.

Maka sebelum bertanya mengapa sesuatu diambil, lebih jujurlah bertanya bagaimana kita memperlakukan apa yang pernah diberikan. Karena orang yang tidak tahu bersyukur atas apa yang dimilikinya, sesungguhnya belum siap memahami hikmah dari apa yang hilang darinya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/MuhammadRizki