Tidaklah setiap yang jatuh adalah akhir

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidaklah setiap yang jatuh adalah akhir, karena jatuhnya hujan justru menjadi awal bagi banyak kehidupan. Dari langit yang mendung, air turun perlahan membawa kesejukan bagi bumi yang lama kehausan. Ia jatuh tanpa suara yang sombong, namun kehadirannya mampu menghidupkan kembali daun-daun yang layu, tanah yang retak, dan harapan yang hampir padam. Begitulah hidup manusia. Ada masa ketika seseorang merasa runtuh, gagal, dan kehilangan arah, seolah seluruh jalan telah tertutup di hadapannya. Padahal bisa jadi, keruntuhan itu hanyalah cara kehidupan membuka pintu baru yang sebelumnya tak terlihat.

Manusia sering menganggap luka sebagai tanda kehancuran, padahal tidak semua kehilangan diciptakan untuk menyiksa. Ada perpisahan yang membuat hati belajar ikhlas, ada air mata yang membersihkan kesombongan, dan ada kecewa yang perlahan mendewasakan jiwa. Sebab hati yang belum pernah jatuh sering kali belum memahami arti bertahan.

Hujan tidak pernah membenci langit yang menjatuhkannya. Ia menerima perjalanan itu dengan tenang, lalu berubah menjadi kehidupan di bumi. Mungkin demikian pula manusia seharusnya belajar memaknai kesedihan. Bahwa tidak semua yang runtuh harus disesali, karena terkadang Tuhan sedang menumbuhkan sesuatu yang lebih indah di dalam diri kita melalui proses jatuh yang menyakitkan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/MuhammadRizki