Berharap Hanya kepada Allah SWT

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Berharap Hanya kepada Allah SWT

Penjelasan

Dalam kehidupan, manusia sering menggantungkan harapan kepada sesama manusia, harta, jabatan, atau kekuatan dunia lainnya. Ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, hati menjadi kecewa, sedih, bahkan putus asa. Padahal, seorang muslim diajarkan untuk menjadikan Allah SWT sebagai tempat berharap yang paling utama.

Berharap kepada Allah SWT berarti meyakini bahwa hanya Dia yang mampu memberikan pertolongan, kemudahan, dan jalan keluar dari setiap kesulitan. Manusia hanyalah perantara, sedangkan segala ketetapan berada di tangan Allah SWT.

Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam Majmu’ Al-Fatawa jilid 1 halaman 29 menjelaskan bahwa hati yang bergantung kepada Allah SWT akan mendapatkan kekuatan, ketenangan, dan kemuliaan. Sebaliknya, hati yang terlalu bergantung kepada makhluk akan mudah kecewa dan lemah.

Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya selalu memperbaiki tawakal dan menjadikan Allah SWT sebagai sandaran utama dalam hidupnya.

Kaidah

Beberapa kaidah penting tentang berharap kepada Allah SWT antara lain:

  1. Allah adalah Sebaik-baik Tempat Bergantung
    Semua urusan berada dalam kekuasaan Allah SWT.
  2. Tawakal Harus Disertai Ikhtiar
    Seorang muslim tetap wajib berusaha sambil menyerahkan hasil kepada Allah SWT.
  3. Jangan Bergantung Berlebihan kepada Manusia
    Manusia memiliki keterbatasan dan dapat mengecewakan.
  4. Doa Adalah Bentuk Harapan kepada Allah SWT
    Seorang mukmin hendaknya memperbanyak doa dalam setiap keadaan.
  5. Hati yang Bergantung kepada Allah Akan Lebih Tenang
    Tawakal melahirkan ketenangan dan keyakinan dalam menghadapi kehidupan.

Tafsiran

Allah SWT berfirman dalam Surah Ath-Thalaq ayat 3:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan mencukupi kebutuhan orang yang benar-benar bertawakal kepada-Nya. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil dan harapan sepenuhnya kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar terbaik.

Dalam tafsir ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang menggantungkan hatinya kepada Allah SWT akan mendapatkan pertolongan, kemudahan, dan jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup.

Renungan Hidup

Manusia sering kecewa karena terlalu berharap kepada sesama manusia. Padahal hati manusia mudah berubah, dan tidak semua harapan akan terpenuhi melalui makhluk. Ketika harapan hanya disandarkan kepada manusia, maka hati akan mudah lelah dan terluka.

Namun, ketika seseorang menggantungkan harapannya kepada Allah SWT, ia akan memiliki ketenangan dalam hidup. Ia yakin bahwa apa pun yang terjadi adalah bagian dari takdir terbaik dari Allah SWT.

Marilah kita belajar memperbaiki tawakal dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Jangan menjadikan dunia dan manusia sebagai sandaran utama, tetapi jadikan Allah SWT sebagai tempat berharap dalam setiap keadaan. Karena hanya Allah SWT yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.

Referensi

  1. Al-Qur’an Surah Ath-Thalaq Ayat 3
  2. Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al-Fatawa 1/29
  3. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir
  4. Imam An-Nawawi. Riyadhus Shalihin
  5. Yusuf Qardhawi. Tawakal dalam Islam

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/MohdGhozi