Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Cukuplah Allah yang Mengetahui Kebaikan Kita
Penjelasan
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali ingin dihargai, dipuji, dan diakui oleh orang lain atas kebaikan yang dilakukan. Ketika bantuan tidak dihargai atau amal tidak dipuji, sebagian orang merasa kecewa dan sedih. Padahal, seorang muslim diajarkan untuk ikhlas dalam beramal dan menjadikan ridha Allah SWT sebagai tujuan utama.
Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak membutuhkan pengakuan manusia. Karena sesungguhnya, penilaian manusia bisa berubah-ubah, sedangkan Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati hamba-Nya.
Dalam Ta’thirul Anfas halaman 286 dijelaskan tentang pentingnya keikhlasan dan merasa cukup apabila Allah SWT mengetahui amal baik yang kita lakukan.
Seseorang yang ikhlas akan tetap berbuat baik meskipun tidak dilihat, tidak dipuji, dan bahkan dilupakan oleh manusia. Sebab ia yakin bahwa Allah SWT tidak pernah lalai melihat amal hamba-Nya.
Kaidah
Beberapa kaidah penting tentang keikhlasan dalam Islam antara lain:
- Beramal karena Allah SWT
Tujuan utama amal adalah mencari ridha Allah, bukan pujian manusia. - Tidak Mengharap Pengakuan
Amal yang ikhlas tidak bergantung pada penilaian manusia. - Allah Maha Mengetahui Isi Hati
Tidak ada amal sekecil apa pun yang tersembunyi dari Allah SWT. - Ikhlas Menumbuhkan Ketenangan Hati
Orang yang ikhlas tidak mudah kecewa terhadap sikap manusia. - Menjaga Amal dari Riya
Seorang muslim hendaknya berhati-hati agar amalnya tidak tercampur keinginan dipuji.
Tafsiran
Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
Ayat ini menjelaskan bahwa setiap amal baik, sekecil apa pun, akan diketahui dan dibalas oleh Allah SWT. Tidak penting apakah manusia mengetahui atau menghargainya, karena balasan terbaik datang dari Allah SWT.
Dalam tafsir ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan amal hamba-Nya yang dilakukan dengan ikhlas. Semua kebaikan akan dicatat dan diberikan balasan yang sempurna di akhirat kelak.
Renungan Hidup
Tidak semua kebaikan akan dihargai oleh manusia. Ada kalanya seseorang membantu orang lain dengan tulus, tetapi justru dilupakan atau bahkan disalahpahami. Jika hati bergantung pada pujian manusia, maka seseorang akan mudah kecewa.
Namun, ketika seseorang meyakini bahwa Allah SWT selalu melihat setiap kebaikan, maka hatinya akan lebih tenang. Ia tidak lagi sibuk mencari pengakuan manusia, karena baginya cukup Allah yang mengetahui amalnya.
Marilah kita belajar memperbaiki niat dalam setiap amal yang dilakukan. Jangan terlalu sibuk ingin terlihat baik di mata manusia, tetapi berusahalah menjadi baik di hadapan Allah SWT. Karena sesungguhnya, penilaian Allah jauh lebih penting daripada penilaian manusia.
Referensi
- Al-Qur’an Surah Az-Zalzalah Ayat 7
- Ta’thirul Anfas halaman 286
- Imam An-Nawawi. Riyadhus Shalihin
- Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir
- Yusuf Qardhawi. Ikhlas dan Tazkiyatun Nafs
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh