INDAHNYA CIPTAAN TUHAN. QS AN-NUH 19-20

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Indahnya Ciptaan Tuhan

Kutipan Ayat

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا

“Dan Allah telah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, agar kamu dapat menempuh di atasnya jalan-jalan yang luas.” (QS Nuh: 19–20)

Pengantar Makna

Segala sesuatu yang terhampar di bumi ini—gunung yang menjulang, sungai yang mengalir lembut, pepohonan yang rindang, hingga langit yang luas tanpa tiang—adalah tanda kebesaran Allah Ta’ala. Keindahan alam bukanlah sekadar pemandangan yang memanjakan mata, tetapi ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta) yang mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur.

Penjelasan Tafsir dan Pandangan Ulama

Para ulama tafsir, seperti Imam Ibnu Katsir rahimahullah, menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan nikmat besar Allah kepada hamba-Nya. Allah menjadikan bumi terhampar luas agar manusia dapat hidup, beraktivitas, dan mengambil manfaat darinya. Dalam Tafsir Al-Muyassar, dijelaskan pula bahwa kata “bisāṭan” berarti “hamparan yang mudah dilalui dan ditinggali”, bukan tempat yang sempit atau sulit dijalani.

Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa perjalanan di muka bumi—baik untuk bekerja, menuntut ilmu, maupun beribadah—merupakan bagian dari syukur atas nikmat penciptaan bumi. Setiap langkah di atas tanah ini seharusnya mengingatkan manusia akan kasih sayang Allah yang mengatur seluruh makhluk dengan sempurna.

Sementara itu, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di menekankan bahwa ayat ini mengandung seruan untuk merenungkan hikmah penciptaan bumi dan seisinya, agar hati manusia semakin tunduk dan yakin bahwa tidak ada yang menciptakan keindahan ini selain Allah yang Maha Kuasa.

Faedah dan Manfaat

1. Menumbuhkan rasa syukur dan kagum kepada Allah. Setiap ciptaan di bumi menjadi bukti nyata bahwa Allah Maha Pemurah dan Maha Indah.

2. Mengajarkan manusia untuk menjaga alam. Menyadari bumi sebagai amanah Ilahi membuat kita terdorong untuk tidak merusak, mencemari, atau mengeksploitasi ciptaan-Nya secara berlebihan.

3. Mendorong manusia untuk tadabbur (merenung). Alam adalah kitab terbuka yang mengajarkan kebesaran Allah bagi orang yang mau berpikir.

4. Membentuk jiwa yang tenang. Memandang keindahan alam sambil mengingat Sang Pencipta menenangkan hati dan memperkuat iman.

 

Penutup yang Reflektif

Tatkala kita berdiri di tepi air terjun, menatap gunung di kejauhan, atau mendengar desiran angin di pepohonan, sejatinya kita sedang menyaksikan bukti kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Maka, jadikan setiap pandangan terhadap alam sebagai dzikir, dan setiap hembusan udara sebagai syukur.

Indahnya ciptaan Tuhan bukan sekadar panorama, tetapi panggilan lembut agar kita semakin mengenal dan mencintai Pencipta alam semesta.

Referensi

Tafsir Ibnu Katsir, Juz 29, penjelasan QS Nuh: 19–20

Tafsir Al-Muyassar, Kementerian Agama Saudi Arabia

Tafsir Al-Qurthubi, Juz 18

Tafsir As-Sa’di


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(https://masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)