Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Keutamaan Sholat Dhuha
Kutipan
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”
(HR. Muslim No. 720)
Pengantar
Pagi hari sering kali dimulai dengan kesibukan yang tidak ada habisnya. Dari urusan pekerjaan, tugas, sampai hal-hal kecil yang entah kenapa terasa mendesak. Di tengah semua itu, manusia kerap lupa bahwa ada kewajiban spiritual yang tidak kalah penting, yaitu bersedekah atas setiap nikmat tubuh yang masih berfungsi.
Tafsir/Hikmah
Hadits ini membuka perspektif yang cukup “menyentil”. Ternyata setiap persendian dalam tubuh memiliki “hak” yang harus ditunaikan dalam bentuk sedekah. Masalahnya, jumlah persendian manusia tidak sedikit, dan kalau dihitung satu per satu, rasanya hampir mustahil memenuhi semuanya setiap hari.
Di sinilah letak rahmat Allah SWT. Sholat Dhuha yang hanya dua rakaat mampu menggantikan seluruh sedekah tersebut. Ini bukan sekadar keringanan, tapi bentuk kasih sayang yang luar biasa. Seolah Allah tahu manusia ini niatnya baik, tapi sering kalah sama rasa malas dan alasan klasik.
Sholat Dhuha juga menjadi bukti bahwa ibadah tidak selalu harus berat dan rumit. Justru yang sederhana, jika dilakukan dengan konsisten, bisa memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berbuat baik selalu ada, tinggal manusianya mau atau tidak.
Faedah
- Menunjukkan bahwa setiap anggota tubuh memiliki kewajiban untuk disyukuri.
- Sholat Dhuha dapat menggantikan sedekah untuk seluruh persendian.
- Mengajarkan bahwa ibadah sederhana memiliki nilai besar jika dilakukan dengan ikhlas.
- Memotivasi untuk memulai hari dengan ibadah, bukan hanya kesibukan dunia.
Penutup Reflektif
Kalau dipikir-pikir, manusia sering merasa tidak punya waktu untuk ibadah tambahan seperti Sholat Dhuha, padahal dua rakaat saja sudah cukup untuk menutup “utang” sedekah seluruh tubuh. Jadi masalahnya bukan pada waktu, tapi pada prioritas. Ironisnya, kita bisa bangun pagi demi urusan dunia, tapi sulit meluangkan beberapa menit untuk urusan akhirat.
Referensi
- HR. Muslim No. 720
- Kitab Shahih Muslim
- Kajian tentang keutamaan Sholat Dhuha
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh