Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Setiap Anak Membawa Rezekinya Sendiri
Kutipan
Al-Ustadz Umar Abu Hudzaifah Al-Atsary hafizhahullahu berkata:
“Setiap anak membawa rezekinya masing-masing, dan tidaklah ia mengurangi rezeki kedua orang tuanya.”
(Sumber: Facebook SunnahStori)
Pengantar
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika akan memiliki anak. Kekhawatiran tentang biaya hidup, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari sering kali menjadi beban pikiran. Bahkan ada yang menunda atau takut memiliki anak karena merasa rezekinya tidak akan cukup.
Padahal dalam Islam, rezeki bukanlah semata hasil dari perhitungan manusia, melainkan ketentuan dari Allah yang telah diatur dengan sempurna.
Tafsir/Hikmah
Perkataan ini mengingatkan bahwa setiap anak yang lahir telah membawa jatah rezekinya sendiri. Kehadirannya bukan untuk membebani, tetapi justru bisa menjadi sebab bertambahnya rezeki dalam keluarga.
Rasa khawatir sering muncul karena manusia terlalu mengandalkan perhitungan logika. Padahal rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Banyak orang yang justru merasakan keberkahan setelah hadirnya anak dalam kehidupan mereka.
Namun, hal ini bukan berarti manusia boleh bermalas-malasan. Tetap ada kewajiban untuk berusaha, bekerja, dan bertanggung jawab. Hanya saja, usaha tersebut harus disertai dengan keyakinan bahwa Allah adalah pemberi rezeki yang sesungguhnya.
Faedah
- Setiap anak memiliki jatah rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah.
- Kehadiran anak tidak mengurangi rezeki orang tua.
- Rasa takut terhadap rezeki sering kali berasal dari kurangnya tawakal.
- Rezeki bisa datang melalui sebab yang tidak terduga, termasuk melalui anak.
- Tawakal harus disertai dengan usaha, bukan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.
Penutup Reflektif
Sering kali manusia terlalu sibuk menghitung apa yang akan berkurang, hingga lupa bahwa Allah mampu menambah dari arah yang tidak disangka. Anak bukanlah beban, melainkan amanah yang membawa keberkahan.
Jadi mungkin yang perlu diperbaiki bukan kondisi rezekinya, tetapi cara pandangnya terhadap rezeki itu sendiri.
Referensi
- Perkataan Al-Ustadz Umar Abu Hudzaifah Al-Atsary hafizhahullahu
- Facebook SunnahStori
- Kajian tentang konsep rezeki dalam Islam
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh