Ujian, Tanda Sayang atau Peringatan?

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cahaya Hikmah Harian Masjid Al-Madinah
Ujian, Tanda Sayang atau Peringatan?

قال رسول الله ﷺ:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ

“Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka.”
(HR. Tirmidzi)

Penjelasan

Banyak orang menganggap setiap ujian adalah tanda cinta dari Allah. Padahal, tidak semua ujian memiliki makna yang sama. Ada ujian sebagai bentuk kasih sayang, ada juga sebagai peringatan agar kembali.

Tafsiran

Hadits ini menunjukkan bahwa ujian bisa menjadi tanda kebaikan ketika seseorang bersabar dan semakin dekat kepada Allah. Namun jika ujian justru membuat seseorang semakin jauh, lalai, atau memberontak, maka itu bisa menjadi teguran.

Hikmah

Yang terpenting bukan besar kecilnya ujian, tapi bagaimana sikap kita. Jika ujian membuat kita lebih sabar, lebih banyak berdoa, dan lebih dekat kepada Allah, maka itu tanda kebaikan. Namun jika sebaliknya, itu tanda kita perlu memperbaiki diri.

Referensi

Sunan Tirmidzi
Tafsir Ibnu Katsir
Al-Qur’an Al-Karim

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

https://masjid-almadinah-atc.com/AfrilaFajar