Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Cahaya Hikmah Harian Masjid Al-Madinah
Penyesalan yang Sebenarnya
قال إبراهيم بن أدهم رحمه الله:
«دخلت على بعض إخواني أعوده، فجعل يتنفس ويتأسف، فقلت له: على ماذا تتنفس وتتأسف؟ فقال: ما تأسفي على البقاء في الدنيا، ولكن تأسفي على ليلة نمتها، ويوم أفطرته، وساعة غفلت فيها عن ذكر الله تعالى»
“Aku pernah menjenguk salah seorang saudaraku yang sedang sakit. Ia menarik napas panjang penuh penyesalan. Aku bertanya, ‘Apa yang engkau sesalkan?’ Ia menjawab, ‘Aku tidak menyesal akan meninggalkan dunia. Aku menyesal atas satu malam yang kulewatkan dengan tidur, satu hari yang tidak aku gunakan untuk berpuasa, dan satu waktu yang berlalu dalam kelalaian dari mengingat Allah.’”
Penjelasan
Kebanyakan manusia menyesal karena kehilangan dunia. Kehilangan harta, kesempatan, atau kenikmatan. Namun orang yang mengenal Allah, penyesalannya berbeda. Ia menyesal atas waktu yang tidak digunakan untuk mendekat kepada-Nya.
Tafsiran
Kisah ini menunjukkan bahwa nilai waktu dalam Islam sangat tinggi. Setiap detik bisa menjadi pahala atau justru hilang tanpa arti. Orang yang hatinya hidup akan merasakan penyesalan bukan karena kurangnya dunia, tapi karena kurangnya amal.
Hikmah
Penyesalan terbaik adalah yang datang sebelum terlambat. Menyadari waktu yang terbuang akan mendorong seseorang untuk memperbaiki hari-harinya. Mengisi waktu dengan dzikir, ibadah, dan amal kebaikan menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak sia-sia.
Referensi
Az-Zahrul Faih 15
Al-Qur’an Al-Karim
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh