BAHAYA LALAI DARI SHALAT
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Shalat adalah tiang agama, pembeda antara orang beriman dan orang kafir. Ia bukan sekadar kewajiban, tapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjaga hati, dan membersihkan jiwa. Namun, sayangnya masih banyak orang yang lalai dari shalat — entah karena malas, sibuk, atau menunda-nunda tanpa alasan. Padahal, kelalaian dalam shalat termasuk salah satu dosa besar yang bisa membawa kepada kehancuran.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Ma’un ayat 4–5:
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (٥)
Artinya:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5)
Ayat ini bukan mencela orang yang tidak shalat, tapi mereka yang shalat namun melalaikannya — seperti tidak tepat waktu, tidak khusyuk, atau menjadikannya beban. Allah memberi ancaman keras dengan kata wail, yang menurut sebagian ulama berarti lembah di neraka bagi orang-orang yang lalai dalam shalat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Artinya:
“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.”
(HR. Tirmidzi no. 2621, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam Islam sampai-sampai meninggalkannya bisa menghapus identitas keimanan seseorang di sisi Allah.
Saudaraku, shalat adalah tolak ukur keimanan dan ketaatan seorang hamba.
Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; tapi jika ia rusak, maka rusak pula amal lainnya.
Orang yang lalai dari shalat berarti telah jauh dari dzikir kepada Allah, dan hatinya perlahan menjadi keras. Kelalaian yang terus-menerus bisa mengantarkan pada sikap meremehkan agama, dan itu adalah awal dari kehancuran iman.
Maka, jangan biarkan shalat tergeser oleh urusan dunia. Dunia bisa menunggu, tapi waktu shalat tidak. Karena shalat bukan sekadar rutinitas, tapi bukti cinta kita kepada Allah.
Saudaraku, marilah kita menjaga shalat dengan penuh kesungguhan.
Jangan tunda-tunda panggilan Allah. Laksanakan shalat di awal waktu, dengan hati yang khusyuk, dan niat untuk memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menegakkan shalat dengan sempurna, bukan orang yang lalai darinya. ( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ