TAKUTLAH AKAN AZAB KUBUR
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Setiap manusia pasti akan merasakan kematian. Setelah nyawa terpisah dari jasad, perjalanan kita belum selesai. Di alam kubur, seorang hamba akan mulai merasakan nikmat atau azab, tergantung amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ
QS. Qaf: 22)
Artinya : “Maka kini Kami singkapkan darimu tutupan yang dahulu menutupi (pandanganmu), maka penglihatanmu pada hari ini amat tajam.”
Ayat ini menggambarkan bahwa setelah kematian, manusia akan melihat kebenaran yang selama ini tidak ia sadari. Kubur bukan tempat tidur panjang, melainkan awal perjalanan menuju akhirat yang kekal.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ، يَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ، فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ: أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ…
(HR. Al-Bukhari no. 1338 dan Muslim no. 2870)
Artinya: Sesungguhnya ketika seorang hamba telah dikubur dan ditinggalkan oleh para pengantarnya hingga dia mendengar suara sandal mereka maka datanglah dua malaikat, lalu mendudukkannya dan bertanya: ‘Apa yang engkau ketahui tentang orang ini (Muhammad ﷺ)?’ Maka orang beriman menjawab: ‘Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya…’”
Hadits ini menunjukkan bahwa azab dan nikmat kubur adalah hakikat yang nyata. Orang beriman akan diberi kelapangan kuburnya, sedangkan orang kafir atau munafik akan mendapatkan azab dan kesempitan.
Saudaraku,
Salah satu cara agar kita selamat dari azab kubur adalah dengan menjaga shalat, menjauhi dosa besar, dan memperbanyak taubat serta istighfar. Rasulullah ﷺ bersabda:
تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
(HR. Al-Bukhari no. 1377 dan Muslim no. 588)
Artinya : “Mintalah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.”
Maka marilah kita sering memohon, “Allahumma inni a‘udzu bika min ‘adzābil-qabr”“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” ( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ