HIDUP TAPI MATI

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Ada orang yang tubuhnya masih hidup, masih bisa berjalan, tertawa, dan berbicara — tapi sebenarnya jiwanya telah mati. Mati bukan karena jasadnya berhenti bernapas, melainkan karena hatinya telah jauh dari Allah.

 

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا

 

“Apakah orang yang hatinya mati, lalu Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya, sehingga dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, sama seperti orang yang berada dalam kegelapan dan tidak dapat keluar darinya?” (QS. Al-An’am: 122)

 

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang tidak beriman, yang berpaling dari petunjuk Allah, sebenarnya hidup dalam kegelapan rohani — hidup tapi mati.

Mereka masih bernapas, tapi hatinya tidak lagi mengenal Allah, tidak lagi merasa bersalah saat berbuat dosa, dan tidak lagi tersentuh oleh nasihat kebaikan.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:“

Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, hidup yang sejati bukan hanya tentang jasad yang bergerak, tetapi tentang hati yang hidup karena iman

Hati yang hidup selalu berzikir, tunduk kepada Allah, merasa bersalah jika berbuat dosa, dan tenang ketika mendekat kepada-Nya.

 

Allah ﷻ berfirman:

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ‌ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ”

Artinya :

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang ” 

(QS. Ar-Ra’d: 28)

 

( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )