Ungkapan “Ilmu dulu, baru amal” mengandung makna bahwa setiap perbuatan dan ibadah yang kita lakukan harus didasari oleh ilmu. Sebab, tanpa ilmu, amal bisa menjadi sia-sia, bahkan bisa salah arah. Dalam Islam, ilmu adalah cahaya yang menuntun amal agar sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ
“Maka ketahuilah (ilmuilah) bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu.”*
(QS. Muhammad: 19)
Perhatikanlah urutannya: Allah memerintahkan “ketahuilah” (berilmu) lebih dahulu , baru kemudian “mohonlah ampun” (beramal). Ini menunjukkan bahwa ilmu harus mendahului amal agar amal kita benar dan diterima di sisi Allah.
Tanpa ilmu, seseorang bisa beribadah dengan cara yang salah, bisa bersedekah namun riya, atau menolong orang lain tapi disertai niat yang tidak tulus. Karena itu, ilmu adalah fondasi amal.
Ilmu membimbing kita agar tahu mana yang halal dan haram, mana yang baik dan buruk, mana yang diperintahkan dan dilarang.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
(HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa orang yang belajar sebelum beramal adalah orang yang sedang menempuh jalan menuju kemuliaan.
Kesimpulan :
* Ilmu harus menjadi dasar dalam setiap amal.
* Amal tanpa ilmu bisa tersesat, tetapi ilmu tanpa amal tidak bermanfaat.
* Maka, carilah ilmu dengan ikhlas, lalu amalkan ilmu itu dengan sungguh-sungguh agar hidup kita bernilai di sisi Allah. ( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )