Nasehat ini mengandung makna yang sangat dalam. Imam Asy-Syafi’i ingin mengingatkan kita bahwa belajar memang membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Dalam proses belajar, seseorang pasti akan merasakan lelah, bosan, bahkan kadang ingin menyerah. Namun, semua rasa lelah itu akan terbayar dengan hasil yang indah ketika ilmu sudah didapatkan.
Sebaliknya, jika seseorang tidak mau bersusah payah dalam belajar, maka ia akan merasakan akibat dari kebodohan. Orang yang bodoh akan kesulitan dalam hidupnya — mudah tertipu, tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, serta sulit mencapai kesuksesan.
Dengan kata lain, Imam Asy-Syafi’i mengajarkan bahwa tidak ada kemuliaan tanpa perjuangan. Rasa lelah saat menuntut ilmu hanyalah sementara, tetapi manfaat dari ilmu itu akan terasa seumur hidup.
Karena itu, marilah kita bersungguh-sungguh dalam belajar, bersabar menghadapi kesulitan, dan jangan cepat menyerah. Sebab Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“ Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Maka dari itu, marilah kita jadikan lelahnya belajar sebagai bukti cinta kita terhadap ilmu. Sebab di balik setiap kesulitan menuntut ilmu, ada kemuliaan yang besar yang telah Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar dan berjuang. ( https://masjid-almadinah-atc.com/ Zeldi Firman )