PERBANYAK BERSABAR. QS AR-RUM:60

Bagikan via:

Facebook
Twitter
WhatsApp

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Cahaya Hikmah Harian Masjid Al-Madinah

Perbanyak Bersabar (QS. Ar-Rum: 60)

Pengantar

Sabar adalah kunci utama dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Setiap insan pasti diuji, baik melalui kesulitan, kehilangan, atau kekecewaan. Namun, di balik setiap ujian, tersimpan janji Allah yang indah — bahwa siapa pun yang bersabar akan mendapatkan ganjaran tanpa batas.

Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh ujian ini, ayat-ayat Allah hadir menenangkan hati dan menuntun langkah agar kita tetap tegar di jalan kebenaran. Salah satunya adalah firman-Nya dalam surat Ar-Rum ayat ke-60.

 

Dalil

وَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar. Dan janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) menggelisahkan hatimu.” (QS. Ar-Rum: 60)

Ayat ini menjadi penegasan bahwa kesabaran bukan hanya tuntutan, tetapi juga kekuatan spiritual yang harus ditumbuhkan oleh setiap mukmin.

 

Pengertian

Secara bahasa, sabar berarti menahan diri (al-imsâk wa al-habs), sedangkan secara istilah, sabar berarti menahan diri dari keputusasaan, keluh kesah, dan kemarahan dalam menghadapi ujian kehidupan, sambil tetap istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.

Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan keteguhan hati untuk terus berjuang di jalan Allah dengan keyakinan bahwa hasil terbaik hanya datang dari-Nya.

 

Makna Ayat

Dalam ayat ini, Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar tetap bersabar menghadapi gangguan kaum musyrikin. Kesabaran itu bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keimanan yang sejati terhadap janji Allah.

Makna “sesungguhnya janji Allah itu benar” memberi harapan bahwa setiap usaha yang dilandasi iman akan berbuah indah pada waktunya. Sedangkan larangan “janganlah orang-orang yang tidak meyakini menggelisahkanmu” menunjukkan bahwa keyakinan kepada Allah harus lebih kuat dari suara keraguan manusia.

 

Penjelasan Tafsir

Menurut Tafsir Ibn Katsir, perintah sabar dalam ayat ini meliputi tiga hal: sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar dalam menerima takdir Allah.
Allah menghibur Rasulullah ﷺ agar tidak goyah meskipun dakwahnya dihadang, karena kemenangan sejati telah dijanjikan bagi mereka yang bersabar.

Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa sabar adalah bagian dari iman, bahkan sebagian ulama menyebutnya “setengah dari iman.” Tanpa kesabaran, ibadah dan amal saleh tidak akan sempurna.

Sementara dalam Tafsir Al-Muyassar, disebutkan bahwa ayat ini adalah pengingat bahwa janji Allah berupa kemenangan, pahala, dan kehidupan abadi di akhirat pasti datang, sehingga seorang mukmin tidak boleh terpengaruh oleh ejekan atau tekanan orang-orang yang ragu terhadap agama.

 

Pandangan Para Ulama

Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa sabar adalah benteng hati yang menjaga seorang mukmin dari kehancuran batin. Sabar menumbuhkan ketenangan dan meneguhkan tauhid, sebab orang yang sabar yakin bahwa semua urusan telah ditetapkan dengan hikmah oleh Allah.

Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan, kesabaran bukan hanya menahan emosi, tetapi juga menunjukkan kerelaan dan keikhlasan dalam menerima takdir. Beliau berkata, “Kesabaran sejati adalah ketika hati merasa ridha terhadap keputusan Allah, bukan sekadar menahan diri secara lahiriah.”

 

Faedah dan Manfaat Kesabaran

1. Mendapatkan pertolongan dan cinta Allah

> “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah: 153)

2. Menghapus dosa dan meninggikan derajat. Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dari kesalahannya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menumbuhkan ketenangan jiwa
Orang yang sabar memiliki kekuatan batin untuk tetap tenang di tengah badai ujian. Ia meyakini bahwa setiap takdir Allah adalah kebaikan yang tersimpan.

4. Menjadi sebab kemenangan dan kemuliaan
Dalam sejarah para nabi dan sahabat, kemenangan selalu hadir setelah kesabaran. Tanpa sabar, perjuangan akan berhenti sebelum waktunya.

 

Reflektif / Penutup

Sabar adalah cahaya hati yang menuntun kita melewati kegelapan ujian. Dalam setiap kesulitan yang kita hadapi, Allah sedang menguji sejauh mana keteguhan iman kita kepada-Nya.

Janganlah tergesa-gesa ingin melihat hasil, karena janji Allah tidak pernah ingkar. Bersabarlah sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabar, karena di ujung setiap kesabaran, ada pertolongan dan kedamaian yang menenangkan jiwa.

 

Referensi:

Al-Qur’anul Karim, QS. Ar-Rum: 60

Tafsir Ibn Katsir, Juz 21

Tafsir Al-Qurthubi, Juz 14

Tafsir Al-Muyassar, Kementerian Agama Saudi

Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali

Syarh Riyadhus Shalihin, Syaikh Ibnu Utsaimin

Shahih Bukhari & Muslim

 


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(https://masjid-almadinah-atc.com/afrila-fajar)